Jumat, 08 April 2011

kiano disaat fajar

kiano disaat fajar

Sebuah kisah nyata yang diadopsi dengan pengembangan yang simple,menarik,dan mengharukan
SEBUAH NAMA DALAM KEABADIAN
Berawal dari sebuah keterpurukan keluargaku,kami semua sangat menyesali itu,sangat kami akui..
Aku Kiano Larasati…yah.. seoarang gadis berumur 16 tahun yang sangat hobi menulis,bersama kembaranku Kiara Larasati,kami berdua mungkin tak membuat papah dan mamah bahagia..itu sebabnya hari-hari yang kami lalui terasa didalam sebuah teriakan jiwa yang inginkan tuk berpisah,setiap hari yang kami rasakan hanyalah seperti menonton sebuah drama rumah tangga pada sebuah stasiun televisi yang isinya hanya berantem,saling pukul,pergi,dan segala hal yang semakin membuat kami ingin mengakhiri episode drama ini..
“Apa???kamu berani melawan saya!”,teriak papah dengan suaranya yang bisa dibilang lebih mirip dengan penyanyi seriosa..
“kenapa enggak?kamu yang lebih dulu memulainya,kenapa saya harus mengalah?”sambar mamah dengan penuh amarah membalas teriakan papah yang kami dengar sampai pelosok telinga kami.
Ya begitulah sehari-hari..makan bersama dalam satu mejapun sangat tidak mungkin kami lakukan..karena adegan yang sering kali terjadi setelah pertempuran papah dan mamah seperti film ‘saving privat ryan’adalah pergi…dan kami hanya saling tatap melihat satu sama lain kemudian mengerutkan alis masing-masing,kami tak pernah tahu apa yang menjadikan mereka bersikap seperti itu,sikap yang seolah-olah mereka tak menyadari ada dua hati yang tersiksa melihat adegan itu..aku dan kiara..aku mempunyai jiwa yang keras,tapi aku juga tak mampu melihat orang tersiksa..meski lebih sering aku yang mersakannya..bukan orang lain…karena sikap itulah aku ingin sekali berontak lari mejauh menuju tempat yang mempunyai angin sejuk yang dapat menyegarkan pikiranku dari semua keterpurukan ini…kadang kala aku ingin seperti kiara yang lembut,sabar,dan penuh senyum menghadapi ini semua.
“harus dengan apa kiara?kian sudah tidak punya kekuatan untuk melihat ini lebih lama”,ucap kiano denagn sangat lelah dan penuh kecewa untuk mengatakannya.
“tapi kamu harus sabar kian!!!semua ini bukan kehendak kita”lirihan kiara yang mencoba manyadarkan jiwaku yeng sudah mulai ingin berontak.
Kejadian-kejadian yang sama berulang hampir setiap hari dan juga semakin membuatku ingin lepas dan mengajak kiara menjauh dari situasi ini..tapi tidak!!!ternyata aku terlambat,setelah kejadian terakhir,mamah membawa kiara pergi,akupun sangat terpukul menyaksikan ini semua..
”puas pah???papah dan mamah sudah memisahkan aku dengan kiar..”ungkapku dengan penuh kesal..
“bukan begitu kian!!!papah…”ungkap papah mencoba memberi alasan..
“papah egois!!teriakan terakhir kian sambil berlalu membawa tas ransel yang lupa ditutupnya…
Mulai saat itulah aku pergi meninggalkan semuanya..
Dan keinginan itu semakin lama semakin kami inginkan walau aku tahu tak selamanya sebuah solusi itu baik,aku terserang leukemia tiga bulan yang lalu…tapi aku tak merasakan hal itu,bagiku yang kurasakan hanyalah ingin berontak dari keterpurukan ini,kucoba untuk berteman,,tapi apalah arti sebuah teman jika tak bisa sama rasakan berontakku…keadaanlah yang membuatku bersikap seperti ini,walau aku tahu aku tak bisa menyalahkannya..akhirnya perpisahanku dengan kiara terjadi walau tak satu orangpun yang mengatakan bahwa papah dan mamah telah bercerai,begitu pula dengan ketukan palu hakim dari pengadilan agama bali tak juga sampai ketelingaku…hingga kuambil keputusan tuk benar-benar mulai berontak,,sekarang aku tinggal sendiri ditengah pusat kota di bali…tapi beban berat yang kujunjung tiga bulan yang lalu tak kuasa kubendung rasanya…dengan sangat terpaksa kuhubungi nomor papah…dan kukeluhkan semua rasa ini..hingga akhirnya papah mengirim satu orang suster bertubuh kurus,tinggi,dan terlihat manis untuk menemaniku dalam berontak ini,,sampai saat ini aku masih tercatat sebagai siswi international high school di salah satu bagian daerah bali..ya..seorang siswi yang kadang merindukan belaian dan sebuah Tanya dari orang tuanya,hari demi hari berhasil aku lalui..tapi tetap saja ada yang kurang..kiara..
“sedang apa kamu kiar?tanyaku dalam hati yang menunjukkan bahwa aku sangat rindu padanya,,
Minggu-minggupun kini telah aku lalui,,tapi penyakit ini semakin mengoyak ragaku,,apakah aku kuat dengan penderitaan ini Tuhan???
Berulang kali aku keluar masuk rumah sakit..beribu obat telah aku telan stiap hari..kuteriakkan jiwaku menahan sakit ini,kugali semangat tuk hadapi sakit ini…sendiri,
Nada dering pada ponselku berbunyi..sms masuk dari nomor yang asing dimataku..kubaca sms itu sambil mengerutkan dahi dan mengucap dalam hati berharap dari orang yang aku rindukan,,,,ternyata benar,,kiara mencoba menghubungiku,kiar menceritakan bagaimana hidupnya yang tidak jauh beda dengan saat itu…”mamah egois kian”kata terakhir kiar yang sama dengan kata terakhir yang aku ucapkan pada papah.aku tak bisa berbuat apa-apa sekarang..aku tidak lebih dari seonggok daging yang tak berguna dan menunggu untuk membusuk berubah menjadi bangkai..
Teman…..hanya ada satu teman yang memperhatikanku saat ini,Gea..teman sebangku di sekolah yang selalu mendukungku dalam mencari sinar tuk lalui kegelapan ini..
“kian yang sabar ya!!!gea ada kok buat kian..janji..”ucap gea tiap kali aku merintih kesakitan melawan guncangan musuh dalam tubuhku ini,,
Ku tak tahu sampai kapan aku harus terbaring sakit seperti ini..ini bukan aku,aku bukan orang yang lemah,aku tidak mau berdiam seperti ini…Tuhan kirimkan aku malaikatmu melalui seorang teman…
Kucoba manghubungi papah..
“assalamualaikum…pah!”kataku lirih..
“waalaikumsalam..ada apa nak?sudah minum obat?”kata papah membuatku semangat..
“aku butuh teman pah!”
“teman???
Tanpa dilanjutkan telfon papah terputus..aku hanya bisa menghela nafas karena kini ku tak sanggup melontarkan sebuah kata lagi…
Aku minta tolong kepada suster yang menjagaku untuk mengambilkan beberapa kertas den pulpen dengan bahasa isyaratku…kucoba untuk menggoreskan satu demi satu kata yang ada dalam ruang bangkai otakku,tapi ku tak seperti biasanya,,kenapa aku Tuhan??
Disaat keterpurukanku ini semakin bangga merangkulku,kudapati kabar yang membuatku berpikir..harus senang atau sedihkah aku..papah dan mamah telah resmi bercerai tanpa kedatanganku..kiar yang memberitahuku..
Sudah..semua sudah berakhir..tapi hidupku dan kiara harus terus berlanjut…
Kugenggam handphoneku dengan sedikit gemetar..ku berpikir apa yang harus aku lakukan dengan keadaan yang tak mendukungku untuk beraktivitas…ku mengucap dalam hati aku butuh teman…
“gea!!”katakusemangat untuk menghubungi dia..
Tapi apa yang kutemukan..nomor yang selama ini aku yakini adalah nomor gea tidak dapat aku hubungi..dengan putus asa ku mengotak-atik handphoneku,kutekan nomor yang aku karang dengan jari yang sudah mulai lemah untuk menekan…aku tulis kata yang berharap orang yang menrima pesanku,mau menjadi temanku…
“boleh kenalan?”kataku sedikit basa-basi..
Tak lama kemudian nomor yang aku tekanpun merespon..
“siapa lagi neh?boleh-boleh…”
Sedikit ketus memang…lalu kulanjutkan lagi..
“kok ketus gitu sih,aku bisa panggil kamu siapa?
“maaf..hmm,,panggil ja aku fajar..kalau kamu?”ucapnya mengenalkan diri.
“aku kiano larasati,boleh aku jadi temen kamu?kataku menawarkan diri..
“boleh-boleh…btw..kamu anak mana neh?tanyanya mulai akrab.
“aku tinggal di Bali,aku pengen deh bisa cerita sama kamu!kataku dengan penuh harap supaya dia mau..
“boleh!”katanya singkat..
“mas fajar,kalau kamu punya temen yang sakit parah apa yang kamu lakuin?tanyaku memulai cerita ini..
“ya..aku kasih perhatian yang lebih,bikin dia selalu tersenyum dan semangat…”jawabnya..
“mas fajar masih mau jadi temen aku walau aku kena leukemia?”tanyaku lagi,,
“hah..yang bener???tenang aja mas janji gak akan ninggalin kamu kiano!”katanya dengan penuh rasa heran….
Dan tak lama kemudian dia kirimkan kata semangat untuk kuatkan aku..





(Fajar,11 januari 2009)

Begitu terus selanjutnya..aku ceritakan semua yang aku alami sampai saat ini..dia memperhatikanku,dia menemaniku.walau aku masih mengharap gea menghubungiku…
Aku ambil kembali kertas dan pulpen yang tadi kucoba kucorat-coret..dan kutuliskan perasaanku menemukan sahabat……aku curahkan semua yang aku rasakan pada diri mas fajar,,entah kenapa walau bau beberapa manit saja aku dan mas fajar berkenaln tapi aku merasakan ada yang berbeda dari temanku yang lain,mas fajar begitu mengerti keadaanku,aku ingin sekali bertemu dengannya sebelum semuanya berakhir..
Tapi apakah mungkin aku bisa menjawab semua Tanya yang aku kumpulkan dalam hati yang sudah mulai penasaran..











(kiano,12 januari 2009)

bersambung....

0 komentar:

Posting Komentar